Blog

losandes.biz: 5 Kebohongan Ferdy Sambo di Sidang menurut Bharada Richard Eliezer


Dalam era yang terus berkembang dengan pesat, informasi telah menjadi komoditas yang tak ternilai harganya. Dari revolusi digital hingga transformasi teknologi, dunia kita kini tenggelam dalam lautan informasi yang tak pernah kering. Artikel ini mengajak kita untuk melangkahkan kaki ke dalam kompleksitas tatanan informasi saat ini, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang muncul dalam mengelola dan memahami gelombang informasi yang terus menggulung. Dari algoritma cerdas hingga arus berita yang tak kenal lelah, mari kita telaah bersama bagaimana kita dapat menjadikan informasi sebagai alat untuk mendobrak batasan dan memahami dunia di sekitar kita dengan lebih baik.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian losandes.biz dengan judul losandes.biz: 5 Kebohongan Ferdy Sambo di Sidang menurut Bharada Richard Eliezer yang telah tayang di losandes.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

SOLOPOS.COM – Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo, ketika menyampaikan kesaksian dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (7/12/2022). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Solopos.com, JAKARTA – Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, tampil menjadi saksi untuk tiga mantan anak buahnya yakni Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Kesaksian Sambo mendapatkan bantahan keras dari Bharada Richard Eliezer karena menurutnya diliputi kebohongan.

PromosiCara Dapat Beasiswa Biar Kuliah Gratis, Gak Jadi Beban Keluarga

Berikut lima kebohongan Ferdy Sambo menurut Richard Eliezer, seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube metrotvnews.

1. Perintah membunuh di rumah Jl. Saguling

Ferdy Sambo menyatakan di sidang bahwa ia meminta Richard Eliezer agar mem-back up dirinya yang akan meminta klarifikasi kepada Brigadir Yosua terkait pelecehan terhadap Putri Candrawathi di rumah Magelang pada 7 Juli 2022.

Baca Juga: Bantah Richard Eliezer, Ferdy Sambo Klaim Tak Ingin Yosua Dibunuh

“Jadi perintah agar saya mem-back up dia itu tidak ada. Dia langsung meminta saya untuk menembak Yosua, langsung ceritakan skenarionya soal tembak menembak,” katanya.

2. Pemberian amunisi

Richard Eliezer menyatakan saat dirinya diperintahkan untuk menembak Yosua, Sambo langsung memberikannya sekotak amunisi agar diisikan ke pistol miliknya.

“Saat berada di lantai 3 rumah Saguling beliau langsung memberikan sekotak amunisi kepada saya. Kalau saja CCTV di lantai 3 itu tidak rusak semuanya akan lebih jelas,” katanya.

Baca Juga: Sambo Tuntut Bharada Richard Eliezer juga Dipecat dari Polri

Sementara Ferdy Sambo menyatakan tidak pernah memberikan amunisi kepada Richard Eliezer.

3. Tidak ada klarifikasi terhadap Yosua.

Saat berada di rumah dinas Jl. Duren Tiga, Sambo berkilah dirinya memanggil Yosua untuk dimintai klarifikasi terkait laporan Putri Candrawathi telah dilecehkan.

Namun Eliezer menyatakan klarifikasi itu tidak pernah ada.

Baca Juga: Misteri Perempuan Menangis di Rumah Jl Bangka, Sambo Bantah Ada Perselingkuhan

4. Perintah Hajar Chad

Eliezer memastikan pernyataan Sambo bahwa dirinya memerintahkan agar Yosua dihajar dan bukan ditembak adalah bohong.

Menurut Eliezer, saat Yosua dibawa masuk Sambo langsung memerintahkan dirinya menembak seniornya tersebut.

“Soal perintah hajar, tidak benar. Beliau mengatakan kepada saya dengan keras, dengan teriak, ‘hei kau tembak, kau tembak cepat’” kata Eliezer.

5. Sambo menembak Yosua

Sambo menyatakan kaget saat Eliezer menembak Yosua. Bahkan Eliezer disebutnya sampai lima kali menembak. Sambo juga membantah informasi yang menyebut dirinya ikut menembak Yosua.

Atas tudingan tersebut, Eliezer tegas membantahnya.

Baca Juga: Seret Nama Komjen Agus Andrianto, Ismail Bolong Kini Diperiksa di Bareskrim

“Saya bantah itu, saya melihat beliau menembak Yosua. Soal saya menembak sampai lima kali itu, saya membantahnya,” kata Eliezer.

“Saya tetap pada kesaksian saya, Yang Mulia,” tandas Sambo.