Blog

losandes.biz: 8 Fakta Ridwan Kamil Main di Film Dilan hingga Suka Telur Ceplok


Dalam era yang terus berkembang dengan pesat, informasi telah menjadi komoditas yang tak ternilai harganya. Dari revolusi digital hingga transformasi teknologi, dunia kita kini tenggelam dalam lautan informasi yang tak pernah kering. Artikel ini mengajak kita untuk melangkahkan kaki ke dalam kompleksitas tatanan informasi saat ini, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang muncul dalam mengelola dan memahami gelombang informasi yang terus menggulung. Dari algoritma cerdas hingga arus berita yang tak kenal lelah, mari kita telaah bersama bagaimana kita dapat menjadikan informasi sebagai alat untuk mendobrak batasan dan memahami dunia di sekitar kita dengan lebih baik.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian losandes.biz dengan judul losandes.biz: 8 Fakta Ridwan Kamil Main di Film Dilan hingga Suka Telur Ceplok yang telah tayang di losandes.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Ridwan Kamil (Foto: Garin Gustavian/kumparan)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil maju dalam kontestasi Pilgub Jabar sebagai calon gubernur, bersama dengan Uu Ruzhanul Ulum. Pasangan nomor urut 1 ini diusung oleh empat partai yakni PPP, PKB, Nasdem, dan Hanura.

Banyak orang hanya mengenal Ridwan Kamil sebagai arsitek dan wali kota saja. Padahal, pria kelahiran 4 Oktober 1971 itu memiliki banyak fakta unik. kumparan (kumparan.com) merangkum 8 fakta menarik tentang Ridwan Kamil:

1 . Kuliah di Universitas California, Berkeley

Ridwan Kamil kunjungi Situ Rawa Kalong. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Usai lulus S-1 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1995, Ridwan kamil memilih untuk bekerja di Amerika Serikat. Namun, krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu, membuat Ridwan Kamil tak bisa dibayar oleh kliennya dan hanya bertahan bekerja selama empat bulan.

Setelah melepas pekerjaannya, Ridwan Kamil tetap bertahan di Amerika hingga akhirnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Berkeley, California. Untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley.

2. Mendirikan Urbane dengan salah satu karya Masjid Tsunami Aceh

Pada tahun 2004, usai lulus S2 dari Universitas Berkeley, California, Ridwan Kamil mendirikan firma bernama Urbane. Firma ini bergerak di bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain.

Firma ini telah menangani berbagai proyek internasional seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China. Museum Tsunami di Aceh juga menjadi karya dari Urbane. Museum Tsunami Aceh dibangun tahun 2007. Bangunan seluas 2.500 meter persegi itu, menjadi bangunan tersulit yang dibangun Ridwan Kamil. “Dari ratusan proyek yang sudah saya lakukan, desain Museum Tsunami yang paling sulit,” ujar dia.

Beberapa karya Urbane lainya adalah Universitas Tarumanegara Kampus 1, Jakarta (2005), Mesjid Agung Sumatra Barat, Mahligai Minang (2006), Paramount Lakes Gading Serpong, (2006), Gramedia Expo Surabaya (2006), Masjid Cibubur, Bogor (2007), Bintaro X-Change, Tangerang (2007), Kota Jababeka Remasterplan, Cikarang (2007)

3. Suka Makan Telur Ceplok dan Tahu Goreng

Telur mata sapi. (Foto: Thinkstock)

Dari pengakuan sang istri, Atalia Praratya Kamil, Ridwan Kamil adalah pribadi yang tak neko-neko. Begitu juga dari segi makanan, ia lebih suka makan-makanan sederhana seperti telur ceplok dan tahu goreng.

“Kang Emil memang simpel kesukaannya: telor ceplok dan tahu goreng. Boleh dikatakan, ada slogan ‘Apapun masakannya, tak lengkap tanpa telor mata sapi dan tahu goreng!” untuknya,” ucap Atalia, seperti dilansir dari ataliapraratya.com.

Jangan lupa jika berkenan follow @rk_photos_library yg dikelola admin untuk melihat karya2 foto kontemplatif pribadi saya. Nuhun.“ ucap RK saat memperkenalkan akun instagramnya tersebut

5. Berperan dalam film Dilan

Ridwan Kamil ikut berperan dalam film Dilan 1990 besutan sutradara Fajar Bustomi. Dalam film tersebut, Ridwan Kamil berperan sebagai seorang guru.

Perpustakaan ITB. (Foto: Wikimedia Commons)

Jauh sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil sudah menjadi dosen tidak tetap di ITB. Di kampus tempat ia bersekolah itu, Ridwan Kamil mengajar jurusan Teknik Arsitektur.

Sesuai dengan peraturan di ITB, Ridwan Kamil mesti mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dosen lantaran ia akan maju di Pilgub Jabar.

Sejak pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kerap menggunakan sepeda sebagai alat transportasinya. Biasanya, sepeda itu ia gunakan dari rumah ke kantor, atau dari kantor ke tempat rapat yang jaraknya tak begitu jauh.

Menurut Ridwan Kamil, dengan bersepeda, selain membuat tubuh menjadi sehat, juga membuatnya mudah untuk bisa berkomunikasi dengan warga Bandung.

“Kalau saya, naik sepeda itu pertama bisa sehat, kedua bisa berhenti menyapa warga, ketiga hobi, keempat bisa tahu problem langsung, dan kelima gagasan selalu muncul saat bersepeda,” tuturnya.

8. Mengagumi sosok Bung Karno

Ridwan Kamil. (Foto: Antara/Irfan Anshori)

Orang nomor satu di Bandung itu secara terbuka mengaku amat mengagumi Presiden RI pertama, Soekarno. Menurut Ridwan Kamil, Bung Karno adalah sosok yang patut diidolakan.

Kecintaan Ridwan Kamil kepada Sang Proklamator itu ditunjukkannya dengan memasang lukisan Bung Karno di ruang kerjanya, di kantor Wali Kota Bandung. Tak hanya itu, Ridwan Kamil bahkan mengaku memiliki enam patung dan 34 lukisan Bung Karno dalam berbagai pose.