Blog

losandes.biz: Perbedaan HAM di Indonesia dan di Budaya Barat


Dalam era yang terus berkembang dengan pesat, informasi telah menjadi komoditas yang tak ternilai harganya. Dari revolusi digital hingga transformasi teknologi, dunia kita kini tenggelam dalam lautan informasi yang tak pernah kering. Artikel ini mengajak kita untuk melangkahkan kaki ke dalam kompleksitas tatanan informasi saat ini, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang muncul dalam mengelola dan memahami gelombang informasi yang terus menggulung. Dari algoritma cerdas hingga arus berita yang tak kenal lelah, mari kita telaah bersama bagaimana kita dapat menjadikan informasi sebagai alat untuk mendobrak batasan dan memahami dunia di sekitar kita dengan lebih baik.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian losandes.biz dengan judul losandes.biz: Perbedaan HAM di Indonesia dan di Budaya Barat yang telah tayang di losandes.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Hak asasi manusia dapat digolongkan menjadi hak sipil politik yang berkenaan dengan kebebasan sipil, seperti hak untuk bisa hidup, hak untuk tidak di siksa, dan hak untuk bebas berpendapat. Dan hak ekonomi, sosial budaya yang hak ini bisa lebih berkaitan dengan barang publik, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik, hak atas kesehatan, dan hak atas perumahan. Secara konsep sendiri hak asasi manusia di yakini bahwa hak tersebut adalah anugerah secara alami.

Konsep hak asasi manusia sendiri ternyata sudah ada sejak zaman dahulu, tetapi banyak orang yang tidak mengetahui nya. Konsep hak asasi manusia modern muncul pada abad sekitar dua puluhan, terutama setelah dirumuskan pernyataan umum tentang hak asasi manusia, dan pada saat itu mulai lah berkembang sangat baik yang bisa di buat semacam kode etik yang diterima dan ditegakkan secara global. Tetapi pelaksanaan di tingkat Internasional harus diawasi oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan Badan-badan Traktat PBB, seperti Komite Hak Asasi Manusia PBB dan Komite Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Sedangkan, di tingkat regional hak asasi manusia ditegakkan oleh Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, Pengadilan Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Penduduk Afrika.

Sejarah HAM berawal dari dunia Barat (Eropa), seorang filsuf Inggris pada abad ke 17 John Locke merumuskan hak alamiah (natural right) yang melekat pada diri manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan dan hak milik. Hak asasi manusia juga ditandai dengan tiga peristiwa penting di dunia Barat yaitu Magna Charta, Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Hak asasi manusia di Internasional sedang mengalami penurunan dikarenakan banyak negara-negara yang sedang mengalami kacau terutama dalam penegakkan HAM. Banyak juga negara-negara yang melakukan pemberontakan secara bersama-sama sehingga membuat kekacauan, seperti contohnya negara Palestina masyarakat disana belum mendapatkan hak asasi manusia dikarenakan di negara Palestina terdapat penyerangan yang dilakukan oleh zionis Israel.

Setelah pengertian di atas mengenai tentang HAM yang berada di luar negeri sekarang saya akan menjelaskan tentang HAM di Indonesia mulai dari sejarah HAM pada zaman dahulu sampai HAM di zaman sekarang. Di Indonesia sendiri hak asasi manusia berbeda dari sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan, karena pada masa sebelum kemerdekaan sejarah pemikiran HAM di Indonesia di awal oleh Boedi Oetomo yang menyuarakan organisasi pertama bahwa kesadaran berserikat yang mengeluarkan pendapat melalui petisi-petisi yang akan ditunjukkan kepada para penjajah atau pun di tulis lalu dikirim lewat surat kabar.