Blog

losandes.biz: Tekateki Kenapa Aspal Jalan Pasar Kembang Surabaya Meledak Terungkap Ini Penyebabnya


Dalam era yang terus berkembang dengan pesat, informasi telah menjadi komoditas yang tak ternilai harganya. Dari revolusi digital hingga transformasi teknologi, dunia kita kini tenggelam dalam lautan informasi yang tak pernah kering. Artikel ini mengajak kita untuk melangkahkan kaki ke dalam kompleksitas tatanan informasi saat ini, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang muncul dalam mengelola dan memahami gelombang informasi yang terus menggulung. Dari algoritma cerdas hingga arus berita yang tak kenal lelah, mari kita telaah bersama bagaimana kita dapat menjadikan informasi sebagai alat untuk mendobrak batasan dan memahami dunia di sekitar kita dengan lebih baik.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian losandes.biz dengan judul losandes.biz: Tekateki Kenapa Aspal Jalan Pasar Kembang Surabaya Meledak Terungkap Ini Penyebabnya yang telah tayang di losandes.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

JawaPos.com – Proyek pemasangan pipa baru milik PDAM di Jalan Pasar Kembang membuat lapisan aspal tiba-tiba terangkat 30 cm. Gundukan aspal itu lantas pecah dan menyemburkan lumpur hingga meluber ke bahu jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rehabilitasi Jaringan Pipa PDAM Surya Sembada Louis Andilun Gatu mengatakan, naiknya permukaan aspal itu merupakan progres dari rehabilitasi pipa PDAM. Saat ini petugas tengah merekondisi jalan tersebut.

Menurut Louis, sebelum pengerjaan rehabilitasi pipa dimulai, pihaknya sudah membuat kajian. Mulai mitigasi risiko hingga penggunaan metode horizontal directional drilling (HDD). Namun, insiden tersebut baru pertama terjadi. Karena itu, dia tak bisa memprediksi.

Baca Juga: Aji Santoso Semangati Pemain Persebaya Agar Segera Bangkit

”Penggunaan dan metode telah sesuai, misal pemakaian bahan kimia (chemical) untuk pemadatan tanah,” terangnya.

Kelanjutan proyek rehabilitasi jaringan itu, kata Louis, menunggu hingga kondisi tanah padat. Dia juga akan berkomunikasi lebih lanjut dengan direksi PDAM Surya Sembada.

”Kalau yang terangkat ini termasuk dampak pengerjaan saja dan jarang sekali terjadi,” katanya.

Dia meminta warga tak khawatir dengan adanya insiden itu. Naiknya permukaan aspal hingga mengeluarkan lumpur tersebut tidak berdampak pada struktur tanah di sekitar.

”Kurang 102 meter lagi, masih didiskusikan lebih lanjut. Karena metode HDD ini yang paling efektif,” jelas dia.

Pada bagian lain, kontraktor proyek-proyek pemkot diminta untuk terus mengebut pekerjaan. Sebab, progres proyek fisik masih minim. Rata-rata 50 persen. Padahal, tahun anggaran 2023 sudah masuk triwulan ketiga atau semester kedua.

Beberapa paket pekerjaan masih di bawah 50 persen. Salah satunya proyek pembangunan rumah pompa di Jalan Undaan, Kelurahan Ketabang, Genteng. Proyek senilai Rp 16 miliar itu baru mencapai progres 23 persen.

”Kami terus kebut agar pekerjaan bisa (selesai, Red) tepat waktu,” kata pelaksana proyek Irsyadul Ibad Selasa (1/8).