Blog

losandes.biz: Empat Kesepakatan Berhasil Dicapai Indonesia dan Ukraina


Dalam era yang terus berkembang dengan pesat, informasi telah menjadi komoditas yang tak ternilai harganya. Dari revolusi digital hingga transformasi teknologi, dunia kita kini tenggelam dalam lautan informasi yang tak pernah kering. Artikel ini mengajak kita untuk melangkahkan kaki ke dalam kompleksitas tatanan informasi saat ini, mengeksplorasi tantangan dan peluang yang muncul dalam mengelola dan memahami gelombang informasi yang terus menggulung. Dari algoritma cerdas hingga arus berita yang tak kenal lelah, mari kita telaah bersama bagaimana kita dapat menjadikan informasi sebagai alat untuk mendobrak batasan dan memahami dunia di sekitar kita dengan lebih baik.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian losandes.biz dengan judul losandes.biz: Empat Kesepakatan Berhasil Dicapai Indonesia dan Ukraina yang telah tayang di losandes.biz terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Sebagaimana
yang disampaikan oleh  Menteri Luar
Negeri Indonesia Retno Marsudi pada saat doorstop
kepada para jurnalis, menjelaskan mengenai 4 perjanjian yang telah disinggung
oleh Presiden Joko Widodo. Pertama, dalam pertemuan tersebut kedua negara
sepakat untuk membebaskan visa bagi para pemegang paspor diplomatik dan dinas.

 

Kemudian,
yang kedua, Indonesia dan Ukraina menyepakati masalah pelatihan diplomatik.
Pelatihan diplomatik bagi kedua negara tersebut diharapkan dapat mendekatkan
kedua belah pihak di bidang diplomatik.

 

“Jadi
diplomat-diplomat kita akan secara bergantian dididik di masing-masing
diplomatic training centre,” terang Retno.

 

Di
bidang pertanian, kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam penelitian dan
teknologi pertanian. Pertukaran ahli di bidang pertanian, pengembangan produk
makanan, dan investasi di bidang pertanian juga disinggung Retno.

 

“Sebagaimana
kita ketahui bahwa ukraina merupakan salah satu negara yang menghasilkan gandum
cukup besar dan lebih dari 60 persen komponen ekspor Ukraina ke Indonesia
berupa gandum. Sementara lebih dari 60% komponen ekpor Indonesia ke Ukraina
berupa palm oil. Sehingga di bidang produk pertanian memang terdapat potensi
yang sangat tinggi untuk dikembangkan,” imbuhnya.

 

Adapun
Kesepakatan keempat yang dicapai oleh kedua negara ialah mengenai bidang
pertahanan. Kesepahaman kerja sama di bidang pertahanan tersebut tercakup ke
dalam tiga bentuk kerja sama.

 

“Pertama,
exchange kunjungan tentunya di kunjungan itu ada pertemuan-pertemuan. Yang
kedua adalah kerja sama di bidang industri pertahanan dan logistik. Dan yang
ketiga adalah pertukaran informasi di bidang pertahanan dan kemiliteran,”
jelas Retno.

 

Selain
itu, dalam konteks di luar bilateral, Ukraina menyatakan keinginannya untuk
bergabung menjadi negara anggota Asia-Europe Meeting (ASEM). Terhadap keinginan
tersebut, Presiden Joko Widodo menjelaskan prosedur yang harus ditempuh bagi
Ukraina untuk dapat bergabung dalam kelompok tersebut.

 

“Presiden
tadi menjelaskan mengenai mekanisme yang menjadi acuan sebagai anggota. Karena
di dalam Asia-Europe Meeting ada kelompok dari Eropa, kemudian ada kelompok
dari Asia. Jadi ada satu prosedur yang memang harus dilalui oleh Ukraina di
dalam mengajukan diri sebagai anggota di dalam ASEM,” ucap Retno.

 

Berdasarkan
rilis yang dikeluarkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden,
Bey Machmudin, dalam keterangannya, Retno juga menyebut bahwa Ukraina
menunjukkan gesture politik yang sangat baik. Ukraina berkomitmen untuk
membantu Indonesia apabila terjadi kasus kebakaran hutan. Namun demikian, Retno
berharap peristiwa kebakaran hutan tidak lagi terjadi di Indonesia.

 

“Tadi
Ukraina juga menawarkan untuk meminjamkan pesawat apabila Indonesia mengalami
tantangan kebakaran hutan, Antonof 32P. Sekali lagi, Ukraina menyatakan
komitmennya, silakan untuk memakai pesawat itu,” ungkapnya.

 

Ratusan Anak SD Turut Menyambut Kehadiran
Presiden Ukraina

 

 

Dari
pihak Indonesia, hadir mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan
tersebut di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin
Nasution; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto;
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu; dan
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.